Minum Suplemen Cuma Buang-Buang Uang Saja?

 

Benarkah tubuh kita memerlukan suplemen vitamin? Atau, cuma buang-buang uang saja?

Vitamin memang sangat dibutuhkan terutama untuk menjauhkan kita dari penyakit. Penelitian di The Lancet mengungkapkan bahwa asupan vitamin C dari 50 gr buah dan sayur (2 buah brokoli atau buah) setiap hari dapat mengurangi resiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler, serangan jantung dan kanker. Tapi, penelitian ini menyangsikan efek yang sama jika vitamin diberikan dalam bentuk suplemen.

http://limaplus101.com/index.php/2017/08/21/super-suplemen-penyembuh-segala-penyakit/

 

Sementara itu, penelitian lainnya di Oxford University Inggris yang melibatkan 20.000 orang responden mengungkapkan bahwa minum suplemen tidak memiliki manfaat kesehatan dan cuma buang-buang uang saja.

Dalam penelitian tersebut, separuh responden diberi asupan suplemen vitamin C, vitamin E dan beta carotene selama 5 tahun, sementara sisa responden diberikan pil plasebo. Hasilnya? Tidak ditemukan adanya perbedaan di antara 2 kelompok responden khususnya dalam jumlah kasus kanker, penyakit jantung atau stroke.

 

Menurut Prof. Kim Jobst dari Oxford Brokes University, kebanyakan suplemen bersifat sintetis dan tak bisa digunakan oleh tubuh. “Lebih baik makan buah dan sayur organik untuk memenuhi kecukupan vitamin daripada mengkonsumsi vitamin buatan (suplemen),” ujarnya. Lebih lengkap tentang makanan alami pengganti vitamin bisa dibaca di artikel 15 Vitamin Terbaik Untuk Wanita.

Beberapa suplemen bahkan dilaporkan memiliki efek negatif seperti yang diungkapkan oleh Etic Llewllyn –ahli biokimia di NDS Healthcare. Diantaranya adalah suplemen kalsium yang diklaim bisa mencegah osteoporosis.

http://limaplus101.com/index.php/2017/08/28/benarkah-minum-soda-sebabkan-osteoporosis/

 

Llewllyn menjelaskan, kalsium perlu dilekatkan dengan molekul fosfat agar bisa memasuki tulang. Ketika suplemen berada di aliran darah, tubuh kemudian melepaskan fosfat dari tulang untuk dilekatkan pada kalsium dalam suplemen tersebut.

Akhirnya, tulang jadi lebih lemah karena kekurangan fosfat dan tidak mendapatkan asupan kalsium yang dibutuhkan. Apakah tanpa disadari tulang Anda sudah bermasalah? Baca gejalanya di artikel: 4 Tanda Tulang Bermasalah

 

https://www.youtube.com/watch?v=tyyOGKoa5bM

 

Berarti kita tak perlu minum suplemen?

Belum tentu juga. Seperti yang umum diketahui, hasil suatu penelitian cenderung selalu bertentangan penelitian lainnya. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan gejala-gejala yang diamati dan jenis ukuran dalam tiap penelitian.

Misalnya, satu penelitian menganalisis resiko serangan jantung dengan mengukur kadar kolesterol, sementara penelitian lain mengukur dari jumlah kasus serangan jantung yang terjadi.

 

Pada penelitian Oxford, responden diberi vitamin C dengan dosis 250 mg. Sementara, penelitian lain yang memberikan vitamin C dengan dosis lebih tinggi (sekitar 1.000 mg) melaporkan adanya efek positif dari vitamin C. Kualitas suplemen juga perlu jadi bahan pertimbangan karena dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Hadeeeuhh…. Jadi, sebenarnya kita perlu minum suplemen atau tidak?

Dalam kondisi normal, mengkonsumsi makanan alami yang kaya akan vitamin dan mineral sudah cukup untuk memenuhi kecukupan gizi harian. Selain vitamin dan mineral, makanan alami seperti buah dan sayuran memiliki zat-zat lain yang dapat meningkatkan kesehatan.

Sementara untuk kondisi-kondisi tertentu, asupan suplemen mungkin masih diperlukan. Kondisi seperti apa yang membuat kita harus minum suplemen? Baca lebih lengkapnya di artikel Super Suplemen, Penyembuh Segala Penyakit.

http://limaplus101.com/index.php/2017/07/20/benarkah-kolesterol-tinggi-disebabkan-faktor-keturunan/

 

https://www.youtube.com/watch?v=S0zHeZBBGOo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>