Kebiasaan Sehat Pencegah Kanker

Data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan jumlah kasus kanker di Indonesia tercatat sebesar 1,3 juta pada 2016. Angka tersebut merangkak naik dari 2015 yaitu sebesar 1,2 juta kasus. Sementara mengenai jenis kanker, kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia untuk kaum wanita. Sementara, kanker yang paling banyak diidap kaum pria adalah kanker prostat.

Baca juga: Makanan Penghancur Lemak

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan situs Knowridge (6/8/2017), diperkirakan 50% sampai 75% kematian akibat kanker disebabkan oleh perilaku atau kebiasaan yang tak sehat. Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah dengan efektif, ada beberapa kebiasaan sehat yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu.

Salah satu diantaranya adalah menghindari semua jenis tembakau. Ini termasuk rokok, cerutu, dan vape. Tembakau menyumbang setidaknya 30% kematian akibat kanker. Tidak hanya kanker paru-paru, tembakau juga bisa menyebabkan kanker kepala dan leher, kandung kemih dan pankreas.

http://limaplus101.com/index.php/2017/08/05/masih-muda-kenapa-bisa-pikun/

 

Kebiasaan sehat lainnya adalah makan banyak buah dan sayuran. Buah dan sayuran kaya akan nutrisi yang mencegah kanker, disarankan untuk makan minimal 2,5 cup buah dan sayuran setiap hari. Disarankan juga untuk menghindari makanan olahan seperti sosis, nugget, dll.

Tak kalah pentingnya, rutin berolahraga dan mempertahankan berat badan yang sehat. Para ahli menyarankan untuk berolahraga minimal 30 menit/hari dan mempertahankan indeks massa tubuh (BMI) antara 18,5 sampai 24,9. Obesitas dan kurang gerak disinyalir bisa menyebabkan berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, rahim, pankreas, kandung empedu, ginjal dan kerongkongan.

 

Bagaimana dengan BMI? Cara menghitung BMI adalah dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam m) yang sudah dikalikan dalam kuadrat. Misalkan, berat badan saya 55 kg dan tinggi badan 1,6 m maka BMI saya adalah 55 : (1,6 x 1,6) = 21,5.

Jika angka BMI Anda tinggi (25 atau lebih), maka Anda berpeluang memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung, osteoarthritis, beberapa tipe kanker dan diabetes level 2. Sebaliknya, jika BMI rendah (di bawah 18) maka Anda beresiko tinggi terhadap osteoporosis atau pertanda kesehatan badan tidak baik.

http://limaplus101.com/index.php/2017/08/09/makanan-penghancur-lemak/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>